Penulis: Queen Sarah Mutiara
Editor: Fernando Rizal Hutahaean
Mengulang kenangan pakai dimensi paralel,
Tidak lupa membawa buku sihir Pak Tarno.
Apa kabar sobat pembaca setia HIMASIS Artikel?
Moga bahagia dan kesehatan menyertai selalu!
Di era di mana teknologi digital mengubah hampir setiap aspek kehidupan, industri otomotif pun tak luput dari revolusi ini. Salah satu perubahan paling signifikan terletak pada desain User Interface (UI) dan User Experience (UX) dalam kendaraan modern. Dahulu, interaksi pengemudi dengan mobil terbatas pada tombol fisik dan indikator analog. Kini, kendaraan telah bertransformasi menjadi smart mobility device yang mengintegrasikan layar sentuh, asisten suara berbasis AI, hingga augmented reality.
UI/UX otomotif tidak sekadar tentang estetika, melainkan bagaimana teknologi ini meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara. Dengan semakin canggihnya fitur seperti head-up display, kontrol gestur, dan konektivitas Internet of Things (IoT), pengalaman pengguna di balik kemudi kini setara dengan berinteraksi dengan gadget canggih.
Apa itu UI/UX dalam Otomotif?
UI (User Interface) dan UX (User Experience) dalam otomotif adalah pendekatan desain antarmuka digital pada kendaraan yang berfokus pada kenyamanan, keamanan, dan pengalaman pengguna. UI mencakup tampilan visual seperti dashboard digital, layar infotainment, dan head-up display (HUD), sementara UX menitikberatkan pada bagaimana pengguna merasakan interaksi dengan fitur-fitur tersebut, apakah mudah, intuitif, dan tidak mengganggu fokus berkendara.
Bagaimana Prinsip Kerja UI/UX dalam Kendaraan?
Desain UI/UX otomotif bekerja dengan mengintegrasikan sensor, perangkat lunak, dan sistem visual untuk menciptakan interaksi yang mulus antara pengemudi, penumpang, dan kendaraan. Prinsip utamanya:
- Minimal Distraksi

(Sumber: https://bmw-carlinkitfactory-com.translate.goog/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=imgs)
Informasi ditampilkan dengan prioritas: kecepatan, navigasi, dan indikator keselamatan harus selalu terlihat jelas tanpa mengalihkan perhatian dari jalan.
- Adaptive Display

(Sumber: https://id.ml-vehicle.com/info/where-is-the-mercedes-driving-mode-switch-how-97237128.html)
Tampilan dapat menyesuaikan kondisi cahaya (siang/malam) serta konteks berkendara (misalnya mode sport vs mode eco).
- Feedback Instan

(Sumber: https://www.hyundai.com/id/id/hyundai-story/articles/cara-kerja-surround-view-monitor-pada-mobil-hyundai-0000000004)
Setiap interaksi melalui layar sentuh, perintah suara, atau gestur tangan harus memberikan respon cepat, baik secara visual maupun audio.
- Integrasi Multi-Device

(Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=47ODXNh3aZI)
Sistem infotainment dapat terhubung ke smartphone, wearable devices, hingga perangkat rumah pintar.
Jenis dan Tren Desain UI/UX Otomotif Modern
- Voice Interaction & AI Assistant

(Sumber: https://www.technologyrecord.com/)
Pengemudi dapat mengontrol navigasi, musik, hingga AC mobil hanya dengan suara. Contoh: sistem Hey Mercedes pada Mercedes-Benz MBUX.
- Gesture Control

(Sumber: https://share.google/Nx3GYca8CRlV8OJjk)
Beberapa produsen seperti BMW memungkinkan pengemudi mengganti lagu atau mengatur volume hanya dengan gerakan tangan.
- Head-Up Display (HUD) & Augmented Reality

(Sumber: https://www.fic.com.tw/hud-trend/)
Navigasi, batas kecepatan, dan peringatan jalan ditampilkan langsung di kaca depan. HUD generasi baru bahkan menggunakan AR untuk memproyeksikan arah belok di jalur jalan nyata.
- Customizable Dashboard

(Sumber: https://auto2000.co.id/mobil-baru-toyota/p/bz4x/interior)
Tampilan digital yang bisa diatur sesuai preferensi pengguna, dari warna tema hingga informasi apa yang muncul di layar utama.
- Immersive Experience untuk Penumpang

(Sumber: https://aruvana.id/vr-untuk-otomotif/)
Pada mobil listrik dan otonom, penumpang bisa menikmati hiburan VR/AR, bekerja, atau bermain game saat mobil berjalan sendiri. Untuk pembahasan lebih lanjut terkait
Kesimpulan
Perkembangan UI/UX otomotif modern telah membawa transformasi signifikan dalam industri kendaraan. Dengan antarmuka yang intuitif dan minim distraksi, sistem ini tidak hanya meningkatkan keselamatan berkendara, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan menyenangkan bagi pengguna. Integrasi canggih AI dan IoT semakin memperkuat efisiensi operasional kendaraan, mulai dari optimalisasi konsumsi energi, navigasi pintar, hingga perawatan berbasis data prediktif.
Keunggulan-keunggulan ini, yang dikombinasikan dengan desain UI/UX mutakhir, memberikan nilai tambah kompetitif yang menjadi pembeda utama di pasar otomotif global yang semakin ketat.
Memandang ke depan, perkembangan teknologi seperti augmented reality, kendaraan otonom, dan jaringan 5G akan semakin mengaburkan batas antara kendaraan dan perangkat digital. UI/UX otomotif akan terus berevolusi melebihi fungsi sebagai antarmuka semata, menjadi penghubung yang mulus antara pengemudi dengan ekosistem digital di sekitarnya. Bagi para produsen kendaraan, fokus pada pendekatan desain yang berpusat pada pengguna (user-centric design) akan menjadi faktor penentu dalam memenangkan persaingan di era mobilitas cerdas yang semakin dinamis.
Sekian update HIMASIS ARTIKEL edisi Agustus dengan judul "Kecerdasan Buatan Sebagai Otak di Balik Mobil Otonom" ini. Jangan lupa untuk terus mengikuti perkembangan terbaru seputar teknologi otomotif dari kami!
#SALAMPERUBAHAN
#BERSATUDALAMKOLABORASI