Artikel

Materi: Pengenalan JavaScript

Creator: Nisrina Sari

Editor and Publisher: Nadiya Ivana Dewi

 

Haii, teman-teman! Sudah memasuki minggu awal perkuliahan nih gimana kalian kuliahnya? Lancar kan yaa bantuan kuota dari kampus juga lancar kan laughing

Setelah beberapa bulan lalu artikel yang dibahas tentang event-event yang diselenggarakan oleh Himasis, kali ini kembali lagi artikel tentang materi pembelajaran. Karena udah mulai perkuliahan kan biar me-refresh otak kalian juga tentang per-codingan hehe. Artikel kali ini masih seputar web programming yaitu tentang JavaScript. JavaScript biasanya digunakan dengan HTML dan CSS. 

 

Latar Belakang

Javascript hadir sebagai jawaban atas tantangan pengguna web yang mengharapkan halaman web yang ditampilkan dapat lebih dinamis, dimana dokumen web yang ditampilkan tidak hanya sekedar dapat menampilkan informasi saja, tetapi dapat juga digunakan untuk berinteraksi dengan suatu sistem informasi. Karena pada awal berkembangannya website, dokumen web lebih cenderung sebagai halaman-halaman informasi yang statis, tidak memiliki daya tarik lain selain data dan informasi yang ditampilkan.

Web sebagai antarmuka aplikasi online haruslah dapat mengakomodasi kebutuhan untuk menjadikannya standar seperti halnya aplikasi berbasis dekstop. Javascript dikembangkan pertama kali oleh Netscape, kemudian diadopsi oleh Microsoft sebagai bahasa script untuk browser di Internet Explorer dengan nama Jscript.

Javascript dirancang juga agar dapat digunakan oleh web programmer yang bukan berlatar pemrogram komputer, pemrogram komputer yang tidak berlatar belakang pemrogram yang terdidik dengan pemrograman berorientasi objek. Pada awalnya javascript dirancang agar Netscape Navigator dapat mendukung aplet (aplikasi java yang dapat dijalankan di atas browser web).

Apa itu JavaScript?

Bagi yang masih awam, tentu akan bertanya-tanya, apa itu JavaScript? JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan dalam kurun waktu dua puluh tahun ini. Bahkan JavaScript juga dikenal sebagai salah satu dari tiga bahasa pemrograman utama bagi web developer:

  1. HTML: Memungkinkan Anda untuk menambahkan konten ke halaman web.
  2. CSS: Menentukan layout, style, serta keselarasan halaman website.
  3. JavaScript: Menyempurnakan tampilan dan sistem halaman web.

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web yang dinamis dan interaktif. Inilah yang memberi sebuah kehidupan pada halaman – elemen interaktif dan animasi yang dapat menarik perhatian dan melibatkan pengunjung website.

Ini adalah bahasa pemrograman web di sisi klien, yang berarti kode tersebut dijalankan di browser web pengguna. Dengan munculnya teknologi Node.js dan lainnya, ini juga dapat digunakan sebagai bahasa sisi server, membuatnya sangat serba guna. JavaScript digunakan terutama untuk pengembangan web front-end dan bekerja erat dengan HTML dan CSS.

JavaScript dapat dipelajari dengan cepat dan mudah serta digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari meningkatkan fungsionalitas website hingga mengaktifkan permainan (games) dan software berbasis web. Selain itu, terdapat ribuan template dan aplikasi JavaScript yang bisa kamu gunakan secara gratis dan semuanya ini berkat beberapa situs, seperti Github.

Contoh salah satu website yang menggunakan JavaScript untuk membuat website mereka lebih interaktif atau lebih hidup adalah Facebook, Twitter, Google dan lainnya. Pada halaman Facebook terdapat kotak chatting yang dapat anda buka dan tutup. Form chat dapat terbuka dan tertutup jika di klik menggunakan bantuan bahasa JavaScript.

Bagaimana terciptanya JavaScript?

JavaScript dibuat dan didesain selama sepuluh hari oleh Brandan Eich, seorang karyawan Netscape, pada bulan September 1995. Awalnya bahasa pemrograman ini disebut Mocha, kemudian diganti ke Mona, lalu LiveScript sebelum akhirnya resmi menyandang nama JavaScript. Versi pertama dari bahasa ini hanya terbatas di kalangan Netscape saja. Fungsionalitas yang ditawarkan pun terbatas. Namun, JavaScript terus dikembangkan oleh komunitas developer yang tak henti-hentinya mengerjakan bahasa pemrograman ini.

Pada tahun 1996, JavaScript secara resmi disebut sebagai ECMAScript, di mana ECMAScript 2 diluncurkan pada tahun 1998 dan ECMAScript 3 diperkenalkan pada tahun 1999. ECMAScript tersebut dikembangkan hingga akhirnya menjadi JavaScript sebagaimana yang kita kenal saat ini. Tak hanya lintas browser, JavaScript juga bisa digunakan di berbagai perangkat, termasuk perangkat mobile dan komputer.

Sejak saat itu, JavaScript terus bertumbuh dan berkembang. Pada akhirnya di tahun 2016, sebanyak 92% website diketahui menggunakan JavaScript. Hanya dalam kurun waktu dua puluh tahun, JavaScript telah beralih dari bahasa pemrograman yang serba terbatas dan ‘primitif’ menjadi salah satu tool terpenting bagi web developer. Jika sebagian besar waktu dihabiskan untuk berselancar di internet, maka Anda pastinya sudah sangat familiar dengan JavaScript.

Perkembangan JavaScript

Hingga saat ini bahasa pemrograman JavaScript telah banyak diadopsi oleh vendor software, dan juga telah merambah menjadi salah satu bahasa pemrograman untuk aplikasi mobile dimana browser web dalam piranti mobile telah memiliki engine JavaScript.

Saat ini juga telah banyak dikembangkan library dan framework yang memungkinkan pemrograman dapat dilakukan lebih mudah dengan memanfaatkan JavaScript. Beberapa library dan framework yang populer yaitu jQuery, Dojo, ExtJS, dan Mootools.

Dengan adanya JavaScript memungkinkan pemrograman web menjadi:

  1. Membaca dan menulis elemen HTML kedalam suatu halaman web dimana JavaScript dapat merubah elemen web yang sedang ditampilkan.
  2. Membuat halaman web lebih dinamis, karena dapat menyisipkan elemen web ke dalam JavaScript untuk ditampilkan ke dalam halaman web nantinya sehingga memungkinkan untuk membuat animasi dari elemen-elemen web.
  3. Memberikan reaksi kepada suatu kejadian di atas halaman web yang sedang ditampilkan sehingga memungkinkan untuk menambahkan suatu program yang secara otomatis dapat berjalan tanpa perlu menyegarkan halaman web.
  4. Menjadikan halaman web suatu aplikasi berbasis web yang dapat berjalan di atas browser web sehingga halaman web tidak hanya mampu menampilkan data dan informasi saja tetapi juga dapat berinteraksi dengan penggunanya, memproses data di browser dan menerima serta mevalidasi data sebelum dikirimkan ke server.
  5. Membuat cookies, suatu kode yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil data atau informasi dari browser pengunjung.

Apa kelebihan JavaScript?

Terdapat sejumlah kelebihan JavaScript yang menjadikan bahasa pemrograman ini lebih unggul jika dibandingkan dengan kompetitornya, terutama di beberapa kasus tertentu. Berikut beberapa kelebihan JavaScript:

  1. Kamu tidak membutuhkan compiler karena web browser mampu menginterpretasikannya dengan HTML;
  2. Lebih mudah dipelajari jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya;
  3. Error atau kesalahan lebih mudah dicari dan ditangani;
  4. Dapat dialihtugaskankan ke elemen halaman web atau even tertentu, misalnya klik atau mouseover;
  5. JS dapat digunakan di berbagai browser, platform, dan lain-lain.
  6. Kamu dapat menggunakan JavaScript untuk memvalidasi input dan mengurangi keinginan untuk mengecek data secara manual;
  7. Dengan JavaScript, website kamu menjadi lebih interaktif dan juga mampu menarik perhatian lebih banyak pengunjung;
  8. Lebih cepat dan ringan jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.

Apa bedanya JavaScript dengan bahasa pemrograman yang lain?

Alasan mengapa JavaScript menjadi salah satu bahasa pemrograman yang populer adalah kemudahan untuk dipelajari dan digunakan. Bisa dilihat jika sudah banyak developer yang pada akhirnya memilih JavaScript sebagai bahasa pemrograman terbaik. Bahasa pemrograman lainnya hanya diperlukan bilamana seorang developer menginginkan sesuatu yang lebih spesifik.

Apa saja yang bisa dilakukan oleh JavaScript?

Bahasa JavaScript terdiri dari beberapa fitur programming yang membantu kamu untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Menyimpan value yang berguna di dalam sebuah variabel. Misalnya, jika kamu ingin memasukkan sebuah nama baru di dalam website kamu, kamu tinggal menyimpan nama itu di variabel yang bernama “name”.
  • Operasi pada potongan teks (dikenal sebagai “string” dalam pemrograman). Pada contoh di atas, kita mengambil string “Player 1:” dan digabungkan dengan variabel name untuk membuat label teks lengkap, mis. ” Pemain 1: Chris “.
  • Menjalankan kode untuk menanggapi peristiwa tertentu yang terjadi pada halaman web.
  • Dan masih banyak lagi!

Yang lebih menarik lagi adalah fungsionalitas yang dapat dibangun di atas bahasa JavaScript inti yang disebut sebagai Application Programming Interfaces (APIs). API dapat digunakan dalam kode JavaScript kamu untuk membuat fitur-fitur yang dibuat oleh JavaScript menjadi lebih kuat lagi.

API adalah kumpulan blok kode siap pakai yang memungkinkan pengembang menerapkan program yang sebenarnya akan sulit atau tidak mungkin diterapkan. Mereka bisa dibilang melakukan hal yang sama dengan kit furnitur siap pakai untuk bangunan rumah – lebih mudah untuk mengambil panel siap pakai dan menyusunnya untuk membuat rak buku daripada merancang sendiri desainnya, pergi dan menemukan kayu yang bagus, kemudian memotong semua panel dengan ukuran dan bentuk yang tepat dan menemukan sekrup berukuran tepat, lalu menyatukan mereka agar menjadi sebuah rak buku.

Apa saja yang dilakukan JavaScript pada halaman kamu?

Sekarang, kamu akan melihat bagaimana cara kerja beberapa kode JavaScript dan melihat apa yang terjadi di halaman website kamu ketika kamu menggunakan kode-kode tersebut.

  1. Keamanan Browser

Setiap tab browser memiliki bucket yang terpisah untuk menjalankan kode-kode (buckets ini disebut sebagai execution environment). Yang dimaksud disini adalah kode-kode di setiap tab bekerja secara terpisah, dan kode di satu tab tidak dapat mempengaruhi kode di tab lainnya atau website lainnya. Ini membantu memastikan keamanan browser karena jika kode-kode ini bisa saling mempengaruhi meskipun berada di tab yang berbeda, informasi kamu bisa di-hack melalui kode-kode tersebut.

  1. Interpreted vs Compiled Code

Kamu mungkin mendengar istilah interpreted dan compiled dalam konteks pemrograman. JavaScript adalah bahasa pemograman interpreted (yang diinterpretasikan). Kode ini dijalankan dari atas ke bawah dan hasil perjalanan kode akan terlihat dengan cepat dan segera. Kamu tidak perlu mengubah kode menjadi bentuk yang berbeda sebelum browser menjalankannya. Compiled language atau bahasa yang dikompilasi di sisi lain diubah (dikompilasi) ke bentuk lain sebelum dijalankan oleh komputer. Misalnya C / C ++ dikompilasi ke dalam bahasa assembly yang kemudian dijalankan oleh komputer.

Kedua pendekatan ini memang memiliki keunggulan yang berbeda.

  1. Server-side VS client-side code

Anda mungkin juga mendengar istilah kode server-side dan client-side, khususnya dalam konteks pengembangan web. Kode client-side adalah kode yang dijalankan di komputer pengguna – saat halaman web dilihat, kode client-side halaman tersebut akan di-download, lalu dijalankan dan ditampilkan oleh browser. Dalam modul JavaScript ini kita secara eksplisit berbicara tentang client-side JavaScript.

Sementara itu, kode server-side dijalankan di server, kemudian hasilnya di-download dan ditampilkan di browser. Contoh bahasa web server-side populer termasuk PHP, Python, Ruby, dan ASP.NET. JavaScript juga dapat digunakan sebagai bahasa server-side, misalnya di environment Node.js yang populer.

Kata dinamis sendiri digunakan untuk menggambarkan JavaScript yang ada di client-side dan bahasa server-side ini mengacu pada kemampuan untuk memperbarui tampilan halaman/aplikasi web untuk menunjukkan hal yang berbeda dalam situasi yang berbeda dan menghasilkan konten baru sesuai kebutuhan. Kode server-side secara dinamis menghasilkan konten baru di server, misalnya menarik data dari database, sedangkan JavaScript client-side secara dinamis menghasilkan konten baru di dalam browser kepada klien, misalnya membuat tabel HTML baru, memasukkan data yang diminta dari server ke dalamnya, kemudian menampilkan tabel di halaman web yang ditampilkan kepada pengguna. Keduanya memang sedikit berbeda, namun mereka terkait, dan kedua pendekatan ini (server-side dan client-side) biasanya bekerja sama.

Halaman web tanpa konten yang diperbarui secara dinamis disebut statis. Halaman statis ini hanya menampilkan konten yang sama setiap saat.

 

Nah jadi begitu guys pengenalan tentang JavaScript nya. Gimana menurut kalian? Apakah kalian mulai ingin mendalami JavaScript atau lebih suka bahasa pemrograman lain? Yang pastinya, setiap bahasa pemrograman punya fungsi, kelebihan, dan kekurangan masing-masing ya dan JavaScript ini lebih sering digunakan pada web programming.

Sekian dulu artikel materi pembelajaran ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya~ Stay healthy, guys!<3

 

 

Sumber:

https://www.hostinger.co.id/tutorial/apa-itu-javascript/

https://www.dewaweb.com/blog/pengenalan-javascript/

https://www.malasngoding.com/belajar-javascript-pengertian-dan-pengenalan-javascript/

http://edel.staff.unja.ac.id/blog/artikel/Pengenalan-Javascript.html

Follow Us