Penulis : Ade Irma Hamdani
Editor Cover dan Teks : Cici Rahma Angriani
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, dan Salam Sejahtera untuk kita semua. Halo sobat pembaca HIMASIS ARTIKEL!
Pagi-pagi minum kopi,
Seruput hangat, nikmat nya terlalu.
Apa kabar sobat HIMASIS dan pembaca hari ini?
Berharap kabar baik dan sehat saja selalu.
Walaupun sedang liburan semester, namun HIMASIS ARTIKEL kembali update dengan judul nya yang menarik lho! HIMASIS ARTIKEL kali ini berjudul "Tipe Bahasa Pemrograman untuk Coding". Tentunya artikel kali ini akan memberikan tambahan wawasan kepada pembaca dan sekaligus menjadi reminder untuk para sobat HIMASIS terkait materi pembelajaran selama perkuliahan.
Dalam dunia pengembangan perangkat lunak, pemilihan bahasa pemrograman yang tepat bisa menjadi faktor kunci dalam kesuksesan proyek. Dengan banyaknya opsi yang tersedia, dari bahasa yang dikembangkan untuk aplikasi web hingga yang dirancang khusus untuk sistem tertanam, penting untuk memahami fungsi dan kegunaan masing-masing tipe bahasa pemrograman. Artikel ini akan membahas berbagai tipe bahasa pemrograman yang umum digunakan dalam coding, membantu Anda memilih yang terbaik sesuai kebutuhan sobat pembaca.
Pada dasarnya coding untuk membuat website atau aplikasi melibatkan 3 (tiga) tipe bahasa, yaitu programming language, scripting language, dan markup language. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing bahasa:
1. Programming Language
Melalui programming language, seorang programmer memberitahu komputer apa yang harus ia lakukan apabila diminta untuk mengerjakan suatu hal tertentu. Bahasa ini diciptakan sebagai alat untuk membantu programmer menulis instruksi dengan menggunakan code yang dapat dipahami oleh manusia yang kemudian diubah menjadi machine level language karena komputer hanya dapat memahami binary language (0 dan 1). Konversi code menjadi machine level language dilakukan oleh kompiler yang memindai atau scanning code secara keseluruhan dan jika menemukan error akan segera membuang semua error tersebut. Output atau hasil dari bahasa pemrograman adalah sistem operasi, aplikasi desktop, aplikasi mobile, website, bahkan perangkat teknologi yang biasa kamu gunakan sehari-hari seperti ponsel. Contoh programming languages yang banyak digunakan, yaitu:
- Java
- C
- C++
- C#,
- Golang dan lain sebagainya
2. Scripting Language
Scripting language adalah jenis bahasa yang dirancang untuk mengintegrasikan dan berkomunikasi dengan bahasa pemrograman lain. Sebagian besar digunakan bersama dengan bahasa lain, baik bahasa pemrograman maupun bahasa markup. Misalnya, PHP yang merupakan Scripting language sebagian besar digunakan bersama dengan HTML. Dapat dikatakan bahwa semua bahasa skrip adalah bahasa pemrograman, tetapi tidak semua bahasa pemrograman adalah Scripting language. Salah satu perbedaan antara Scripting language dan Programming Language adalah dalam hal kompilasi. Meskipun suatu pemrograman harus dikompilasi, Scripting language ditafsirkan tanpa dikompilasi. Penting untuk dicatat bahwa bahasa skrip ditafsirkan langsung dari kode sumber dikarenakan tidak adanya proses kompilasi, Scripting language sedikit lebih cepat daripada bahasa pemrograman. Contoh Scripting Language adalah:
- JavaScript
- PHP
- Python
- Perl
- Ruby
3. Markup Language
Markup Language adalah bahasa yang merepresentasikan data terstruktur dalam format tekstual. Markup Language menentukan tampilan akhir atau tampilan data yang perlu ditampilkan pada perangkat lunak. HTML adalah yang paling terkenal, tetapi ada banyak format untuk berbagai keperluan, seperti SVG untuk grafik, WSDL untuk mendeskripsikan antarmuka layanan web, resx untuk berkas sumber daya dalam .net dan seterusnya. Aturan praktisnya adalah bahwa Markup Language tidak mendeskripsikan proses atau algoritma (seperti yang dilakukan Programming Language) tetapi merupakan data murni. Ada berbagai jenis bahasa markup dan masing-masing dirancang untuk menjalankan peran tertentu. Misalnya, peran utama HTML adalah memberi struktur pada situs web dan komponennya. Di sisi lain, XML dirancang untuk menyimpan dan mengangkut data terstruktur. Jika berencana menjadi pengembang front-end, maka harus mempertimbangkan dan memperdalam untuk pengetahuan mengenai Markup Language. Adapun contoh Markup Language lainnya adalah:
- XHTML
- SGML
- MathML
- KML
Kesimpulan
Dalam dunia coding, memahami tiga tipe bahasa pemrograman yaitu Programming Language, Scripting Language, dan Markup Language. Hal ini bermakna sebagai kunci untuk memilih alat yang tepat untuk setiap proyek. Programming Language seperti Java dan C++ menyediakan dasar untuk membangun aplikasi dan sistem, sementara Scripting Language seperti JavaScript dan Python membantu dalam mengintegrasikan dan memperluas fungsionalitas aplikasi dengan lebih cepat. Di sisi lain, Markup Language seperti HTML dan XML memainkan peran penting dalam mengatur dan menampilkan data dengan cara yang terstruktur. Dengan memahami kelebihan dan kegunaan masing-masing tipe bahasa, maka sobat pembaca dapat mengoptimalkan pengembangan perangkat lunak dan memastikan bahwa setiap komponen bekerja secara harmonis untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Memahami tipe bahasa pemrograman dan bagaimana masing-masing dapat memenuhi kebutuhan spesifik proyek yang akan dijalankan. Hal ini adalah langkah penting dalam perjalanan pengembangan perangkat lunak. Dengan pengetahuan tentang berbagai bahasa dan kegunaannya, maka dapat membuat keputusan yang lebih baik dan menyusun strategi pengembangan yang lebih efektif. Pilihlah bahasa pemrograman yang paling sesuai dengan tujuan dan tantangan proyek yang akan dijalankan untuk mencapai hasil yang optimal.
Demikian pembahasan HIMASIS ARTIKEL terkait Tipe Bahasa Pemrograman untuk Coding. Terima kasih sudah membaca dan kiranya HIMASIS ARTIKEL ini bermanfaat bagi sobat pembaca ya!
#SALAMPERUBAHAN
#BERSATUDALAMMANFAAT