Artikel

Assalamualaikum Wr.Wb apa kabar netizen?mimin harap semuanya baik-baik aja. Mimin mau bahas sesuatu nih,pembahasan ini ada hubungannya dengan acara yang akan di selenggarakan oleh Himasis nanti di bulan Juli. Pembahasan ini tentang technopreneurship,tujuan dari pembahasan ini adalah untuk membuka wawasan teman-teman tentang dunia usaha di era teknologi.

1

Belakangan ini teknologi berkembang sangat pesat. Setiap harinya pasti ada teknologi terbarukan,teknologi ini di manfaatkan oleh manusia. Dengan perkembangan tersebut sayang jika teknologi tidak di manfaatkan semaksimal mungkin. Banyak negara-negara yang memanfaatkan teknologi untuk membuat suatu usaha,bahkan di Indonesia. Namun sangat di sayangkan Indonesia kurang memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut.

2

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (MenristekDikti), Mohammad Nasir mengatakan, Indonesia baru memiliki pengusaha sebanyak 1,65 persen dari populasi jumlah penduduk dan diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen berbasis teknologi. Jumlah tersebut masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga Indonesia lainnya. Angka ini jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Thailand (3 persen), Malaysia (5 persen) dan Singapura (7,2 persen).  Jika di bandingkan data tahun 2013-2014 dengan data tahun 2016 yang di berikan Menristekdikti tentu jumlahnya semakin menurun.

Dikatakannya, rendahnya tingkat kewirausahaan tersebut dapat teratasi jika, di dalam berwirausaha iptek dan inovasi menjadi faktor kunci. Dengan iptek dan inovasi, maka suatu bangsa dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki secara efektif dan efisien, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perekonomian bangsa, serta di dukung kebijakan dan regulasi yang saling mendukung antar stakeholder yang terkait. Lalu apa sih pengertian technopreneurship itu sendiri? Mimin bakal bahas perbedaan technopreneur dan technopreneuship,dan tips menjadi seorang technopreneurship. Yuk teman-teman simak artikelnya,kali aja bisa mendorong teman-teman menjadi seorang wirausaha.

3

Technopreneurship merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu 'technology' dan 'enterpreneurship'. Secara umum, kata teknologi digunakan untuk merujuk pada penerapan praktis ilmu pengetahuan ke dunia industri. Sedangkan kata enterpreneurship berasal dari kata enterpreneur yang merujuk pada seseorang atau agen yang menciptakan bisnis/usaha dengan keberanian menanggung resiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa technopreneur itu adalah entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi perkembangan teknologi yang ada  sebagai basis pengembangan usaha yang di jalankannya, atau bisa di bilang Technopreneur ini adalah entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan usahanya. Sedangkan technopreneurship lebih mengarah kepada kegiatan yang dilakukan oleh seorang technopreneur.

Sebutan technopreneur adalah untuk orang yang memiliki dedikasi untuk melihat IT sebagai peluang bisnis yang menjanjikan ke depan, memiliki visi dan misi, ingin berkembang, dan pantang menyerah. Sifat inilah yang harus dimiliki oleh para pebisnis, siapapun mereka dalam bekerja di dunia bisnis. Adapun sifat-sifat seorang technopreneur yang harus dimiliki agar ia dapat sukses, yaitu :

  1. Percaya diri. Sifat utama dari percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran orang lain, melainkan menggunakan sebagian saran tersebut sebagai masukan.
  2. Berorientasi pada tugas dan hasil. Sifat seorang enterpreneur tidak mengutamakan 'nama baik' dahulu, melainkan fokus kepada prestasi yang ingin dicapai.
  3. Pengambilan resiko. Ciri pengambilan resiko berpengaruh penting dalam dunia wirausaha yang penuh resiko dan tantangan. Hal penting yang harus diperhatikan adalah bahwa bagaimana seorang enterpreneur mengambil sebuah resiko dengan penuh pertimbangan.
  4. Dalam diri seorang enterpreneur mutlak memiliki jiwa kepemimpinan. Seorang pemimpin yang baik harus mendengar saran dan kritik dari bawahannya demi kemajuan kinerja perusahaan.
  5. Yang dimaksud dengan orisinil di sini adalah seorang enterpreneur tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat sendiri, ide yang orisinil dan mampu merealisasikan ide tersebut.
  6. Berorientasi pada masa depan. Seorang enterpreneur haruslah perspektif, mempunyai visi ke depan sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Untuk menyiapkan visi yang jauh ke depan, enterpreneur perlu menyusun perencanaan dan strategi yang matang.
  7. Kreativitas dan inovasi. Kreativitas merupakan kemampuan untuk mengembangkan ide baru dan menemukan cara baru dalam melihat peluang ataupun masalah yang akan dihadapi. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menggunakan solusi kreatif dalam mengisi peluang sehingga dapat membawa manfaat dalam kehidupan masyarakat.
  8. Mampu melihat teknologi dalam 2-5 tahun ke depan. Dengan mengikuti perkembangan teknologi yang ada, seorang technopreneur mampu menganalisa perkembangan teknologi ke depan akan seperti apa dan mempersiapkan peluang bisnis terlebih dahulu.

Sesungguhnya ada beberapa sikap atau karakter yang harus dimiliki setiap wirausahawan yang ingin terjun ke dalam bisnis di bidang teknologi. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Hitsss, Nadiem Makarim, CEO Go-jek, bersedia memberikan lima tip dalam memulai bisnis di bidang teknologi. Mari kita simak!

4

  1. Jangan takut mengambil risiko

Sikap ini dicontohkan Nadiem, tentang bagaimana menembus rasa takut terhadap risiko kegagalan atau cemoohan orang. Baginya, hidup ini terlalu singkat bila dipenuhi rasa takut.

Menurutnya, takut mengambil risiko berarti mengahalangi diri sendiri dalam melakukan berbagai hal, serta berinovasi di luar logika orang lainnya. Contohnya, keberanian Nadiem dalam mengembangkan Go-Jek memang patut diacungi jempol.

Dalam satu tahun aplikasi mobile Go-Jek telah memiliki 10 layanan. Ia memang yakin bahwa Go-Jek akan menyediakan berbagai layanan yang mampu memenuhi semua permintaan konsumen.

  1. Rekrut tim terbaik

Memulai bisnis di bidang teknologi tidak dapat dilakukan hanya seorang diri. Kamu memerlukan orang-orang terbaik untuk mendukung dan melengkapi dalam penciptaan teknologi yang akan diaplikasikan pada bisnismu kelak.

Pada akhirnya, sebuah bisnis akan memiliki teknologi mutakhir berkat tim yang bekerja sama, bukan bergantung hanya dari satu orang talenta IT atau programmer saja. Go-Jek sendiri kini telah memiliki lebih dari 200 pegawai, yang mayoritas kebanyakan adalah tim untuk pengembangan teknologi pada Go-Jek. Sebagai perusahaan teknologi, talenta-talenta di bidang teknologi banyak dibutuhkan Go-Jek untuk menyukseskannya.

  1. Feedback darimarket wajib didengarkan

Sebagai sosok yang dirasa fasih terhadap pengembangan teknologi di dalam bisnis, kamu mungkin tidak begitu memahami posisi seorang konsumen, yang menggunakan produk atau jasa dari bisnis kamu. Tak jarang kamu akan merasa bahwa produk atau jasa yang kamu ciptakan sudah cukup sempurna.

Padahal, akan selalu ada bug atau kelemahan dari teknologi yang kamu bangun. Orang pertama yang merasakannya adalah konsumenmu sendiri. Dengarkan apa komentarnya mengenai produk atau jasa tersebut. Sehingga teknologi yang kamu ciptakan juga akan semakin berkembang menjadi lebih baik.

  1. Pantang menyerah karena akan selalu ada solusi

Keuntungan berbisnis di bidang teknologi ialah kamu dapat menempuh berbagai pilihan cara untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Kreativitas juga sangat diperlukan dalam hal ini, sebab dapat memperluas daya pikirmu untuk menemukan pilihan-pilihan tersebut. Sikap pantang menyerah akan diikuti dengan solusi yang mungkin bisa diterapkan, akan melalui berbagai macam percobaan dan kegagalan untuk menemukan yang terbaik.

  1. Bersenang-senanglah

Tidak seperti industri lainnya, bisnis di bidang teknologi dapat membawa perjalanan kariermu selangkah lebih mau dibandingkan orang lain. Bagaimana tidak, bila yang lainnya masih menyelesaikan persoalan dengan cara-cara konvensional, technopreneur sudah dapat menerapkan teknologi dalam permasalahan yang sama. Apalagi jika pasar menyadari bahwa bisnis yang kamu jalankan memiliki dampak sosial yang nyata di dalam kehidupan sehari-hari, tentunya itulah apresiasi terbaik yang akan diperoleh technopreneur. (KA)

 

 

Mimin bakal kasih tau nama-nama technopreneur yang sukses di Indonesia,ada beberapa nama yang berpengaruh di Asia Tenggara,kita harus berbangga karena mereka telah berhasil dan membawa nama baik Indonesia,yuk simak siapa saja:

  1. Nadiem Makarim

5

Kecintaannya terhadap jasa tukang ojek berhasil mengantarkannya menjadi pengusaha. Pada 2011, saat masih bekerja sebagai seorang pegawai, Nadiem perlahan merintis GO-JEK. Namun masih menggunakan sistem sederhana alias manual. Saat itu, penumpang masih menggunakan manual melalui telepon dan kirim pesan via ponsel pintar atau smartphone.Tiga tahun kemudian, dia memutuskan keluar dari perusahaannya. Padahal saat itu jabatan Nadiem cukup strategis, sebagai direktur e-commerce.Dalam perjalanan, Sopir ojek Go-Jek di lapangan sempat ada gesekan dengan Sopir ojek lokal. Para tukang ojek lokal/tradisional merasa kehadiran Gojek mengurangi pendapatan mereka.Kini Nadiem Makarim sebagai CEO dan pendiri Go-Jek. Kini, sudah ada 10 ribu sopir ojek yang tergabung dalam Go-Jek. Pertumbuhan 10 ribu Sopir ojek sangat cepat tahun ini. Padahal di awal Januari 2015 saja, mitra Sopir ojek masih 1.000. Aplikasi mobile Go-Jek juga sudah diunduh sebanyak 400 ribu.Ke depan, Nadiem Makarim ingin memperluas jangkauan Go-Jek ke seluruh Nusantara. Layanannya pun kini tak terbatas pada mengantarkan penumpang, namun juga bisa sebagai kurir atau pengantar makanan.

  1. Achmad Zaky

6

Setelah lulus dari ITB, Achmad Zaky mendirikan perusahaan jasa konsultasi teknologi bernama Suitmedia. Zaky membuat sebuah website yang menjadi proyek internal perusahaan. Proyek tersebutlah yang menjadi asal kesuksesan Achmad Zaky pendiri bukalapak.com. Tepatnya bukalapak.com dimulai pada tahun 2010. Bukalapak.com memiliki visi untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet. Fase pengembangan Bukalapak.com dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Setelah selesai tahap pengembangan, Achmad Zaky mengajak para pedagang di mall untuk bergabung di Bukalapak.com. Sayangnya respon yang diberikan para pedagang di mall sangat rendah. Respon positif justru datang dari pedagang kecil. Sejak itu, Achmad Zaky dan tim Bukalapak.com fokus mengajak para pelaku UMKM. Di tahun 2011, Bukalapak.com telah memiliki 10.000 pedagang yang bergabung dan jumlah tersebut terus bertambah. Bukalapak.com pada awalnya lahir dari kantong pribadi para pendirinya. Seiring dengan pertumbuhan yang sangat pesat, pendanaan berasal dari beberapa investor. Beberapa investor yang tertarik mendanai bukalapak.com adalah 500 Startups, Batavia Incubator, IMJ Investment, dan juga Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK Group).

  1. Ferry Unardi

7

Tepat saat Ferry berusia 23 tahun, Beliau memutuskan untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Ferry melihat pada waktu itu, Startup di bidang reservasi tiket, adalah startupyang masih booming dan menjadi trend. Banyak investor berlomba-lomba untuk masuk ke industri startup reservasi tiket. Ferry berpikir bakal ketinggalan gerbong, jika tidak segera memulainya.

Konsep bisnis Traveloka pada tahun 2012 adalah situs pencari dan pembanding tiket pesawat. Traveloka didirikan oleh tiga orang bersahabat: Derianto Kusuma, Ferry Unardi, Albert. Singkat cerita, Ferry meilhat bahwa orang-orang tidak hanya ingin mencari tiket yang murah, tetapi juga ingin memesan langsung tiket. Tepat pada pertengahan tahun 2013, Traveloka berubah menjadi situs reservasi (pemesanan) tiket pesawat.

Banyak hal yang harus dipelajari oleh Ferry saat mengawali Traveloka. Tantangan terberat adalah bagaimana cara mengelola tim yang awalnya berjumlah 8 orang menjadi belasan, puluhan bahkan ratusan orang. Banyak hal yang harus dilakukan sebagai perusahaan baru, termasuk membentuk budaya perusahaan dan membangun manajemen yang solid.

Selain itu permasalahan juga hadir, karena banyak maskapai penerbangan yang tidak bersedia bekerjasama dengan Traveloka. Ferry berusaha meyakinkan perusahaan-perusahaan maskapai penerbangan dan juga memperbaiki sistem layanan pelanggan (customer service).

Sejauh ini Traveloka sudah mendapatkan pendanaan dari beberapa perusahaan modal ventura (venture capital). Pendanaan pertama berasal dari East Ventures pada tahun 2012 dan Global Founders Capital pada tahun 2013.

  1. Jason Lamuda

8

Setelah melepas Disdus ke tangan Groupon, Jason kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam membangun sebuah bisnis digital. Dengan kemampuannya yang baik, Jason mendirikan Berrybenka dan meniti kembali kesuksesannya di dunia bisnis. Tidak perlu waktu yang lama, Berrybenka berkembang dengan sangat pesat dan mengalami pertumbuhan bisnis yang luar biasa.Di tangan Jason, Berrybenka bukan hanya menyasar pada sektor yang itu-itu saja, namun bisnis ini berkembang dan memiliki kemampuan bertumbuh semakin baik setiap harinya. Bukan hanya itu saja, Jason juga memperluas jangkauan pasar Berrybenka dengan cara menyediakan beragam kategori produk yang lebih variatif, seperti: make-up, kecantikan, dan bahkan beberapa apparel olah raga. Hal ini tentu akan menjadi sebuah nilai jual Berrybenka di tengah-tengah ketatnya persaingan di antara bisnis online yang berkembang di Indonesia.Bisnis harus berkembang dan untuk menjadi yang nomor satu di dalam segmen fashion e-commerce, pebisnis harus melakukan segala upaya untuk memperluas layanan bisnis mereka. Hal seperti inilah yang dijalankan oleh Jason di dalam bisnisnya, sehingga Berrybenka dapat berkembang pesat seperti sekarang ini.

 

Perjuangkan masa mudamu karena sukses ada di tangan teman-teman. Sekian dari mimin,semoga artikel ini bisa menjadi motivasi teman-teman untuk membangun sebuah usaha yang di perhitungkan di Indonesia bahkan di dunia. Negara ini butuh kita untuk menjadi sebuah negara yang di segani oleh bangsa lain,terus semangat dalam membangun negara ini. Jangan lupa gunakan produk Indonesia,agar pengusaha-pengusaha di Indonesia dapat berkembang bahkan mengalahkan pengusaha dari negara lain. Terus kembangkan potensi yang ada di diri teman-teman,Berdoa dan terus berusaha adalah kunci utama. Majulah anak muda Indonesia tunjukkan pada dunia kalo kita bisa mengalahkan mereka dari negara lain,Majulah bangsaku.MERDEKA!!!!!!

 

 

 

#SALAMPERUBAHAN

 

 

https://www.merdeka.com/teknologi/menristekdikti-indonesia-butuh-banyak-technopreneur.html

https://www.merdeka.com/teknologi/menristekdikti-sebut-jumlah-technopreneur-indonesia-baru-043-persen.html

https://www.academia.edu/17185887/Artikel_Technopreneur

https://www.hitsss.com/5-tip-berbisnis-bidang-teknologi-untuk-para-technopreneur-ala-ceo-go-jek-nadiem-makarim/

https://aprikurnita.wordpress.com/kisah-inspiratif-nadiem-makarim-sang-pendiri-gojek/

https://www.finansialku.com/kisah-sukses-achmad-zaky-pendiri-bukalapak-com/

https://www.finansialku.com/kisah-sukses-ferry-unardi-pendiri-traveloka/

https://www.finansialku.com/kisah-sukses-jason-lamuda-pendiri-berrybenka-com-disdus-com-dan-bilna-com/

http://slideplayer.info/slide/2742019/

https://www.slideshare.net/indiebrainer/technopreneurship

https://ditama09.wordpress.com/2015/10/07/mengenal-lebih-jauh-apa-itu-technopreneur/

https://satelitpost.com/beritautama/pengemudi-gojek-ditusuk