Penulis : puja

Editor cover dan teks : caesa


Pergi ke pasar membeli pita,

Jangan lupa membawa wadah. 

Jangan langsung ngoding tiba-tiba,

Pahami dulu tahapannya yang mudah.


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera bagi kita semua.


Halo, kawan-kawan HIMASIS!


Bikin Sistem Langsung Ngoding? Jangan dong, yuk kenali tahapan PADI dalam SDLC

Kalau dapat tugas membuat sebuah sistem, hal pertama yang biasanya dilakukan adalah buka laptop, masuk ke aplikasi coding, lalu mulai membuat program. Padahal, sebelum sampai ke tahap tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan terlebih dahulu. Kalau langsung ngoding tanpa tahu sistemnya mau dibuat seperti apa, bisa-bisa programnya sudah panjang, tetapi ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan.


Nah, di sinilah SDLC (Software Development Life Cycle) digunakan. SDLC merupakan proses yang membantu pengembangan sebuah sistem agar lebih terarah. Salah satu tahapan sederhananya dapat dipahami melalui PADI, yaitu Planning, Analysis, Design, dan Implementation.


Planning: Sebenarnya Mau Bikin Apa?

Pertama ada Planning atau perencanaan. Di sini kita menentukan masalah yang ingin diselesaikan dan tujuan dari sistem yang akan dibuat.

Contohnya, sebuah perpustakaan masih mencatat data peminjaman menggunakan buku. Ketika ingin mencari data peminjaman lama, petugas harus mencari satu per satu. Dari masalah tersebut, kita bisa merencanakan pembuatan sistem informasi perpustakaan untuk membantu pengelolaan data.


Analysis: Penggunanya Butuh Apa?

Setelah tahu masalahnya, selanjutnya masuk ke Analysis. Pada tahap ini kita mencari tahu apa saja yang sebenarnya dibutuhkan oleh pengguna.

Misalnya, petugas perpustakaan membutuhkan fitur untuk mengelola data buku, data anggota, peminjaman, dan pengembalian. Kebutuhan tersebut nantinya menjadi acuan dalam membuat sistem.


Design: Sistemnya Dibuat Seperti Apa?

Berikutnya adalah Design. Sesuai namanya, tahap ini digunakan untuk membuat rancangan sistem. Bisa berupa alur proses, database, tampilan, maupun diagram yang menggambarkan cara kerja sistem.

Dengan adanya rancangan, programmer jadi punya gambaran sebelum mulai menerjemahkannya ke dalam kode.


Implementation: Baru Mulai Ngoding

Setelah semuanya direncanakan dan dirancang, barulah masuk ke Implementation. Pada tahap ini rancangan tadi mulai dibuat menjadi sistem yang sebenarnya menggunakan bahasa pemrograman dan teknologi yang sesuai.


Jadi, ngoding memang penting, tetapi bukan berarti harus menjadi langkah pertama. Dengan memahami PADI, kita bisa melihat bahwa membuat sistem dimulai dari memahami masalah, mencari kebutuhan, membuat rancangan, kemudian baru mengimplementasikannya.

Pada akhirnya, sistem yang baik bukan hanya sistem yang berhasil dibuat, tetapi juga sistem yang memang menyelesaikan masalah yang sejak awal ingin diselesaikan.


Pergi ke taman membawa buku,

Singgah sebentar membeli jamu.

Sebelum ngoding pahami dulu,

Agar sistem berjalan sesuai tujuanmu.

Demikian artikel HIMASIS kali ini. Semoga pembahasan mengenai tahapan PADI dalam SDLC ini dapat menambah wawasan dan membantu kita memahami bahwa membuat sistem tidak hanya tentang menulis kode, tetapi juga tentang memahami masalah dan kebutuhan yang ada.

Terima kasih telah membaca sampai akhir.


#SALAMPERUBAHAN

#BERSATUDALAMMAKNA